Sabtu, 07 Oktober 2023

Implementasi Budaya Positif di Sekolah




 ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

MENCIPTAKAN BUDAYA POSITIF MELALUI KEYAKINAN KELAS/ SEKOLAH

 

Diterbitkan : 07 Oktober 2023
Sumber : Modul 1.1 Filosofi KHD, Modul 1.4 Budaya Positif
Penulis : Nia Hotimah, S.Si.,M.Pd.
CGP_ Angkatan 9  SMAN 1 Torjun_ Sampang-Jawa Timur

 

A.     Latar Belakang

              Sekolah adalah lembaga pendidikan formal di mana siswa menerima pengajaran, pelatihan, dan pendidikan dalam berbagai mata pelajaran dan keterampilan. Tujuan utama sekolah adalah untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman kepada siswa sehingga mereka dapat mengembangkan diri, berkontribusi pada masyarakat, dan mempersiapkan diri untuk masa depan.

              Tujuan Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah menciptakan individu yang memiliki karakter yang baik, berbudaya, dan mampu berkontribusi positif kepada masyarakat. Sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pembelajaran di sekolah harus bisa membuat murid memperoleh kebahagiaan yang setinggi-tingginya, maka diperlukan adanya budaya positif di sekolah. Budaya positif merupakan perwujudan dari nilai-nilai atau keyakinan universal yang diterapkan di sekolah. Budaya positif diawali dengan perubahan paradigma tentang teori control. Budaya positif juga merujuk pada seperangkat norma, nilai, perilaku dan sikap yang mempromosikan kenyamanan dan rasa aman dalah perkembangan individu, serta harmoni dalam suatu kelompok atau masayarakat

              Dengan penanaman budaya positif, hal-hal baik akan dimunculkan dalam berbagai kegiatan. Dan semua itu dapat diciptakan mulai dengan pembuatan keyakinan kelas yang merupakan hasil kesepakatan bersama.

 

B.     Tujuan

1.   Menumbuhkan nilai-nilai kebajikan

2. Menumbuhkan nilai - nilai Profil pelajar pancasila pada diri peserta didik dalam proses pembelajaran

3. Memahami konsep kebutuhan dasar manusia

4. Menanamkan keyakinan dan kesepakatan kelas yang sudah di buat

5. Memahami konsep posisi control sebagai pendidik

6. Memahami penerapan segitiga restitusi

7. Menumbuhkan motivasi intrinsik murid

8. Mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid

9. Menciptakan budaya positif di sekolah

 

C.     Tolok Ukur

1.   Mampu berperilaku positif di lingkungan sekolah

2. Mampu membuat kesepakatan dan keyakinan kelas sesuai dengan nilai - nilai Profil Pelajar Pancasila

3. Mampu menjalankan kesepakatan yang telah dibuat dengan penuh tanggung jawab

4. Tumbuhnya motivasi intrinsik dalam diri peserta didik

5. Terciptanya disiplin positif peserta didik di kelas/sekolah

6. Mampu menentukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya

7. Peserta didik dan guru mampu melaksanakan budaya positif (keyakinan kelas dan segitiga restitusi) secara konsisten

 

D.     Linimasi Tindakan

1.   Meminta ijin dan melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan penerapan aksi nyata budaya positif di sekolah

2. Membuat rancangan kegiatan aksi nyata di sekolah

3. Melakukan pengimbasan materi budaya positif terhadap  rekan  sejawat dan rekan guru

4. Membimbing teman sejawat membuat keyakinan kelas

5. Menerapkan nilai-nilai kebajikan kepada peserta didik melalui pembiasaan positif di kelas/sekolah

6. Memasang keyakinan kelas

7. Mempraktikkan segitiga restitusi

8. Melakukan refleksi terhadap aksi nyata

 

E.      Dukungan Yang Dibutuhkan

1.   Dukungan dan kolaborasi dari  Kepala Sekolah, teman sejawat, rekan guru dan Tenaga Kependidikan, serta peserta didik untuk dapat bersama-sama berupaya konsisten dalam menerapkan budaya positif

2. Kerja sama Orang tua di rumah sebagai lingkungan pertama untuk menerapkan  budaya positif siswa

3. Warga sekolah sebagai teladan dalam menerapkan budaya posistif di lingkungan sekolah

4. Sarana dan prasarana yang mendukung untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah

 

F.      Deskripsi Aksi Nyata

Untuk dapat terlaksana aksi nyata ini langkah pertama yang kami lakukan adalah kami menyampaikan rencana Pengimbasan Budaya Positif yang diajukan oleh ibu Nia Hotimah CGP Angkatan 9 SMAN 1 Torjun. Selanjutnya kami mempersiapkan kegiatan pengimbasan yang meliputi, materi dalam bentuk power point, undangan, daftar hadir, dan lain–lain. Kami juga melakukan koordinasi dengan tim terkait diantaranya tim sarana prasarana, tim multimedia, tim konsumsi, dan lain–lain. Sasaran pengimbasan Budaya Positif ini adalah Bapak Ibu Guru SMAN 1 Torjun dengan jumlah 15 orang (guru yang tidak mempunyai jam mengajar pada saat itu) dan di hadiri oleh Bapak Kepala Sekolah. Kegiatan pengimbasan Budaya Positif dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Oktober 2023. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa pengimbasan Budaya Positif merupakan kegiatan berbagi praktik baik yang dilakukan oleh Ibu Nia Hotimah CGP Angakatan 9 SMAN 1 Torjun. Yang harapannya dapat mengimplementasikan Budaya Positif di SMAN 1 Torjun. Kepala Sekolah juga menyampaikan akan terus mendukung apabila ke depannya kami dari CGP akan ada kegiatan yang berkenaan dengan kegiatan pengembangan pembelajaran. Peserta seminar antusias menyimak materi seminar hingga seluruh materi selesai disampaikan oleh Ibu Nia Hotimah CGP Angkatan 9 dari SMAN 1 Torjun.

 

G.     Hasil Dari Aksi Nyata

Adapun hasil dari aksi nyata ini peserta didik melakukan perilaku positif sesuai keyakinan kelas/ sekolah sebagai berikut::
·     Membaca Asmaul Husna bersama
·     Berdo'a sebelum dan setelah pembelajaran,
·     Sholat Dhuha bersama
·     Bersalaman dengan guru
·     Membersihkan kelas dan lingkungan kelas
·     Membuang sampah pada tempatnya
·     Menuntun dan mematikan kendaraan bermotor saat memasuki gerbang sekolah
·    
Berpakaian rapi  dan beratribut sekolah sesuai aturan

H.     Pembelajaran Yang Didapat Dari Aksi Nyata

Walaupun masih ada peserta didik yang melanggar keyakinan kelas dan motivasi intrinsik belum sepenuhnya muncul pada peserta didik, namun dengan adanya kolaborasi keyakinan kelas sudah mampu dibuat dan diterapkan dalam kelas oleh rekan sejawat dan sebagian guru. Sebagian besar peserta didik sudah menerapkan disiplin positif dikelas/sekolah melalui pembiasaan-pembiasaan positif dengan bertumpu pada nilai-nilai kebajikan, sehingga hal yang kami dapatkan dalam kegiatan pengimbasan Budaya Positif adalah dapat kolaborasi bersama-sama dengan rekan sejawat dan  guru untuk mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dengan menumbuhkan karakter positif yang berjiwa profil pelajar pancasila.


I.       Rencana Perbaikan

Rencana saya kedepannya akan :

ü Terus menggerakkan rekan sejawat dan rekan guru dalam melakukan praktik baik di sekolah

ü Mendorong rekan sejawat dan rekan guru untuk menerapkan posisi kontrol manajer dalam menunbuhkan motivasi intrinsik peserta didik

 üMelakukan pengimbasan tahap kedua untuk menindaklanjuti keberhasilan dan kegagalan dalam menciptakan budaya positif melalui keyakinan kelas/ sekolah


Dokumentasi Kegiatan

   

Membuat Keyakinan Kelas
         



                                                                                              



Pengimbasan Budaya Positif di SMAN 1 Torjun



   Hasil Kesepakatan Kelas

                                                                                                  Peserta didik belajar dengan antusias


                                                                                   Berdo'a sebelum dan setelah pembelajaran,


Bersalaman dengan guru


Membersihkan Kelas 

     
                                                                                  

  Membuang sampah pada tempatnya

    


Menuntun dan mematikan mesin kendaraan bermotor saat memasuki gerbang sekolah

                             



          Link Youtube

https://www.youtube.com/watch?v=7nsk9IiDijc&t=1390s


3.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN Diterbitkan : 09 Pebruari 2024 Sumber                : Modul 3.1 Pen...